Dari Sekolah hingga Wisata, KKM STKIP Bina Mutiara Dorong Desa Sukamaju Semakin Berkembang

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Nuryamah Bawaslu Jabar: Lewat SIGAP, Masyarakat Lebih Mudah Pahami dan Kenali Pelanggaran Pemilu ‎

 ‎  ‎KABAR UPDATE | SUKABUMI - Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Nuryamah, menyampaikan bahwa kini masyarakat semakin mudah mengakses in...

Dari Sekolah hingga Wisata, KKM STKIP Bina Mutiara Dorong Desa Sukamaju Semakin Berkembang

KABAR UPDATE
Sabtu, 08 Agustus 2026


KABARUPDATE | SUKABUMI - Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STKIP Bina Mutiara Sukabumi di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya diarahkan pada kegiatan pengabdian di lingkungan pendidikan, tetapi juga menyasar pengembangan potensi desa.


Selama menjalankan program KKM, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi melalui berbagai kegiatan di sekolah maupun di tengah masyarakat. Bidang pendidikan menjadi salah satu fokus utama karena dinilai sejalan dengan latar belakang mahasiswa STKIP Bina Mutiara Sukabumi.


Ketua Kelompok KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi, Ipar, mengatakan pihaknya telah mendatangi sejumlah sekolah di Desa Sukamaju untuk melaksanakan berbagai kegiatan edukatif.


"Beberapa program kami memang fokus di sekolah-sekolah karena kami berasal dari dunia pendidikan. Kami berusaha memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan kami, baik melalui kegiatan mengajar maupun sosialisasi," kata Ipar saat diwawancarai, Sabtu (8/8/2026).


Menurut Ipar, hingga pelaksanaan KKM memasuki hari ke-20, mahasiswa telah mengunjungi tujuh sekolah. Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni memberikan edukasi mengenai perundungan atau bullying kepada para siswa.


Materi yang disampaikan tidak sebatas mengajak siswa menghentikan tindakan bullying, tetapi juga menanamkan pentingnya sikap saling menghargai di tengah keberagaman.


"Kami memberikan pemahaman bagaimana memperlakukan teman dengan baik meskipun memiliki perbedaan agama, ras, suku maupun kondisi fisik. Semua harus saling menghargai," ujarnya.


Selain memberikan sosialisasi, mahasiswa juga membuka kegiatan pembelajaran tambahan berupa les privat bahasa Inggris serta membaca, menulis dan berhitung (calistung).


Program tersebut diperuntukkan bagi siswa yang memiliki semangat belajar, namun masih menghadapi keterbatasan fasilitas maupun akses terhadap pembelajaran tambahan.


"Kami menyediakan les privat bahasa Inggris dan calistung bagi siswa yang memang memiliki kemauan belajar. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kami kepada anak-anak," jelasnya.


Kegiatan pembelajaran tambahan tersebut dilaksanakan pada sore hari dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah, desa maupun tempat yang memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar.


Tidak hanya pendidikan, mahasiswa KKM juga mulai menyentuh aspek pengembangan potensi desa. Salah satunya dengan merencanakan pembuatan papan penunjuk jalan di sejumlah gang yang dinilai belum memiliki informasi arah yang memadai.


Menurut Ipar, keberadaan papan penunjuk jalan menjadi penting karena Desa Sukamaju memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan, salah satunya wisata durian.


"Desa Sukamaju memiliki potensi wisata durian. Karena itu kami melihat papan penunjuk arah cukup penting agar masyarakat maupun pengunjung lebih mudah mengetahui akses menuju lokasi," ungkapnya.


Ia menambahkan, mahasiswa KKM juga berupaya berkomunikasi dengan masyarakat untuk melihat kebutuhan yang dapat dibantu selama pelaksanaan pengabdian.


Keberadaan mahasiswa KKM tersebut sejauh ini mendapat respons positif dari masyarakat, para siswa dan Pemerintah Desa Sukamaju.


"Alhamdulillah, respons masyarakat, siswa dan pemerintah desa sangat baik terhadap kami maupun program yang kami jalankan," katanya.


Ipar berharap sejumlah kegiatan yang telah dimulai mahasiswa dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah masa KKM berakhir. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting agar manfaat pengabdian mahasiswa tidak berhenti setelah mereka kembali ke kampus.


"Kami berharap kegiatan yang sudah dilakukan bisa dilanjutkan masyarakat sekitar, sehingga manfaatnya tidak berhenti ketika KKM selesai," harapnya.


Selain bidang pendidikan dan wisata, mahasiswa juga berharap keberadaan mereka dapat ikut mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta potensi lain yang dimiliki Desa Sukamaju.


"Kami berharap KKM ini bisa ikut meningkatkan potensi yang ada di Desa Sukamaju, baik UMKM, wisata maupun bidang lainnya. Khusus di sekolah, kami berharap materi yang disampaikan bisa diterapkan dan memberikan dampak positif bagi siswa," tuturnya.


Ipar menjelaskan, KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi di Desa Sukamaju dilaksanakan selama 40 hari. Saat ini kegiatan telah memasuki hari ke-20 dan secara keseluruhan capaian program diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen.


"KKM berlangsung selama 40 hari. Hari ini sudah memasuki hari ke-20 dan capaian kami sekitar 60 persen dari target yang ditetapkan. Sekitar 90 persen kegiatan memang kami arahkan untuk pengabdian di sekolah-sekolah," tandasnya.


Dengan adanya KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi, diharapkan terjalin sinergi antara mahasiswa, sekolah, masyarakat dan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menggali berbagai potensi lokal Desa Sukamaju.


Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat peran generasi muda dalam membantu masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi Desa Sukamaju agar semakin dikenal dan mampu memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.



Jurnalis : Sopiyan