KABAR UPDATE | SUKABUMI - Menjelang bulan suci Ramadhan, kawasan wisata Geyser Cipanas Cisolok, Kabupaten Sukabumi, belum menunjukkan lonjakan jumlah pengunjung seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal, momen menjelang Ramadhan yang dikenal masyarakat sebagai papajar atau cucurak biasanya menjadi waktu favorit untuk berwisata bersama keluarga.
Pengelola Wisata Geyser Cipanas Cisolok, Febi Marwan, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat pada tahun ini terbilang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Menjelang bulan suci Ramadhan atau yang biasa disebut papajar, pada tahun-tahun sebelumnya antusiasme masyarakat untuk berwisata ke Geyser Cipanas cukup tinggi. Namun pada tahun ini, jumlah pengunjung tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” ujar febi.
Ia menjelaskan, meskipun masih ada wisatawan yang datang berkunjung, jumlahnya belum bisa dikatakan signifikan. Kondisi tersebut berbeda dengan suasana papajar pada tahun-tahun lalu yang biasanya dipadati pengunjung, terutama di akhir pekan.
Meski demikian, pihak pengelola tetap optimistis jumlah pengunjung akan meningkat seiring mendekatnya bulan Ramadhan.
“Mudah-mudahan pada minggu terakhir menjelang Ramadhan, jumlah pengunjung yang datang bisa semakin meningkat,” tambahnya.
Selain itu, febi juga berharap momentum peningkatan kunjungan dapat terjadi setelah bulan suci Ramadhan, khususnya pada masa libur Idulfitri.
“Harapannya, setelah bulan suci Ramadhan nanti, terutama saat libur Lebaran, jumlah pengunjung Geyser Cipanas bisa kembali meningkat,” pungkasnya.
Geyser Cipanas Cisolok dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi dengan fenomena alam berupa semburan air panas alami yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Jurnalis : Sopiyan



