Dari Tri Satya hingga Dasa Dharma, Pramuka Jadi Fondasi Generasi Sukabumi Hadapi Era AI

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Dari Tri Satya hingga Dasa Dharma, Pramuka Jadi Fondasi Generasi Sukabumi Hadapi Era AI

KABARA UPDATE | SUKABUMI – Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan kepanduan, tetapi menjadi salah satu ruang penting dalam membentuk karakt...

Dari Tri Satya hingga Dasa Dharma, Pramuka Jadi Fondasi Generasi Sukabumi Hadapi Era AI

KABAR UPDATE
Selasa, 06 Oktober 2026



KABARA UPDATE | SUKABUMI – Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan kepanduan, tetapi menjadi salah satu ruang penting dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki integritas, kepedulian, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.


Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas saat menjadi Pembina Upacara Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang berlangsung di Pondok Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Selasa (6/10/2026).


Andreas menyebutkan, perjalanan panjang Gerakan Pramuka telah memberikan kontribusi besar terhadap bangsa. Dari lingkungan kepramukaan, telah lahir berbagai tokoh yang kemudian mengabdikan diri sebagai pemimpin, pendidik, ilmuwan maupun tokoh masyarakat.


Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kuatnya nilai yang ditanamkan melalui Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.



“Tri Satya dan Dasa Dharma telah terbukti menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang tangguh, bertanggung jawab, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman,” kata Andreas.


Ia menilai nilai-nilai tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat. Terlebih, kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.


Karena itu, lanjut Andreas, generasi muda perlu dibekali bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga karakter dan etika agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif.


“Generasi muda tidak cukup hanya pintar menggunakan teknologi. Mereka juga harus memiliki karakter sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Andreas optimistis Gerakan Pramuka dapat mengambil peran besar dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus menjadi bagian dari pencapaian visi Indonesia Emas 2045.


Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menekankan pentingnya pembinaan kepramukaan yang dilakukan secara konsisten, terarah dan berkelanjutan.


“Saya meyakini Gerakan Pramuka mampu melahirkan generasi muda yang siap memberikan kontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045. Tentunya hal ini harus dibarengi dengan pembinaan yang baik dan terarah,” ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Andreas juga memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Ade Suryaman.


Salah satu capaian yang dinilai membanggakan yakni keberhasilan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi melampaui target 5.000 Pramuka Garuda sejak 2023.


Menurut Andreas, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan kepramukaan di Kabupaten Sukabumi terus berjalan dan memberikan hasil positif.


“Capaian ini patut diapresiasi dan harus terus dilanjutkan serta ditingkatkan. Ini menjadi bagian dari sinergi kita bersama dalam memperkuat pendidikan kepramukaan,” tegasnya.


Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tersebut turut diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, termasuk penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi dan prestasi dalam pengembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Sukabumi.



Jurnalis : Sopiyan