KABAR UPDATE | JAKARTA – TNI bersama sejumlah kementerian dan lembaga terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di wilayah Sumatera. Hal ini ditegaskan dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyampaikan bahwa TNI mengerahkan puluhan ribu personel untuk mendukung pemulihan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Gelar personel TNI yang saat ini dilibatkan di tiga provinsi sejumlah 23.491 orang dan tersebar di seluruh wilayah terdampak pada titik-titik prioritas,” ujarnya di hadapan awak media.
Menurutnya, TNI bersama kementerian/lembaga dan Forkopimda tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga aktif dalam pembangunan hunian dan infrastruktur guna mempercepat pemulihan masyarakat.
Untuk pembangunan hunian sementara (Huntara), total yang dibangun di tiga provinsi mencapai 12.896 unit. Di Sumatera Utara terdapat 1.051 unit, dengan TNI mengerjakan 320 unit. Salah satunya di Desa Aek Lotong, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 45 dari 119 unit dengan progres 37 persen.
Di Sumatera Barat terdapat 445 unit Huntara, di mana 351 unit dikerjakan TNI. Sebagian besar lokasi telah mencapai progres 100 persen, sementara di Nagari Pulut, Kabupaten Pesisir Selatan, progres pembangunan 38 dari 60 unit mencapai 40 persen.
Sementara itu, di Provinsi Aceh direncanakan pembangunan 11.400 unit Huntara, dengan TNI mengerjakan 645 unit yang tersebar di beberapa kabupaten, di antaranya Pidie Jaya dengan progres 73 persen, Aceh Utara 98 persen, Aceh Tamiang 100 persen, Bener Meriah 35 persen, dan Nagan Raya 20 persen.
Selain Huntara, pembangunan hunian tetap (Huntap) juga menjadi prioritas. Total Huntap yang dibangun mencapai 3.923 unit. Di Sumatera Utara terdapat 1.202 unit, dengan 32 unit dikerjakan TNI yang saat ini masih dalam tahap perencanaan dan peninjauan. Di Sumatera Barat, sebanyak 71 unit seluruhnya dikerjakan TNI, dengan progres 95 persen di Jalan Gajah Tanang, Kota Padang, serta 100 persen di Kelurahan Kapolokoto, Kota Padang. Sementara di Aceh terdapat 2.650 unit Huntap, namun belum ada yang dikerjakan TNI.
Dalam pemulihan konektivitas, pembangunan jembatan menjadi perhatian utama. Jembatan gantung dibangun sebanyak 37 unit, jembatan Bailey 44 unit, dan jembatan Aramco 72 unit dengan sebagian besar telah selesai atau dalam tahap penyelesaian. Selain itu, Kementerian Pertahanan turut mendukung pembangunan 13 unit jembatan, dengan sebagian dalam tahap uji fungsi dan proses pengiriman.
Kasum TNI menegaskan komitmen penuh TNI dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Pelibatan TNI, baik personel maupun alutsista, terus dilakukan secara maksimal. Terima kasih kepada seluruh prajurit TNI yang telah melaksanakan tugas terbaiknya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana,” tutupnya.
(Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi)
Editor: Ismet


