KABAR UPDATE | SUKABUMI — Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, turun langsung memantau kawasan wisata Pantai Palabuhanratu pada momen libur Lebaran, Minggu (22/03), guna memastikan keamanan dan keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke wilayah pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada para pengunjung agar selalu mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan pantai.
“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Namun kami tegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar AKBP Dr. Samian.
Ia menegaskan bahwa karakter ombak di kawasan Pantai Palabuhanratu cukup besar dan memiliki arus laut yang kuat. Karena itu, wisatawan diminta tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai, terlebih di area yang telah dipasang rambu larangan.
“Jangan abaikan rambu peringatan. Jika sudah ada tanda larangan, berarti area tersebut berisiko tinggi. Jangan sampai liburan yang seharusnya menyenangkan justru berubah menjadi musibah,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar pantai guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami mengimbau para orang tua untuk tidak lengah. Pastikan anak-anak tetap dalam pengawasan, terutama saat bermain di dekat air,” tambahnya.
Selain keselamatan di kawasan pantai, Kapolres turut menyoroti masih adanya penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut wisatawan. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut berbahaya dan tidak diperbolehkan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan penumpang.
“Kami melarang penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang. Risiko kecelakaannya sangat tinggi, apalagi di jalur wisata yang padat. Gunakan kendaraan yang layak dan sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Kapolres berharap seluruh masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan selama berwisata, sehingga momen libur Lebaran tetap berlangsung aman dan menyenangkan.
Jurnalis: Sopiyan

