Ngakar Budaya di Sukabumi : Strategi Muhammad Jaenudin dari Partai PDIP Perjuangan dan Bakesbangpol Jabar Bangun Kesadaran Lingkungan Berbasis Tradisi

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

DPRD Sukabumi Sahkan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna Tahun Sidang 2026

  KABAR UPDATE | SUKABUMI  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Paripurna ke-1 Tahun Sidang 2026 pada ...

Ngakar Budaya di Sukabumi : Strategi Muhammad Jaenudin dari Partai PDIP Perjuangan dan Bakesbangpol Jabar Bangun Kesadaran Lingkungan Berbasis Tradisi

KABAR UPDATE
Selasa, 10 Maret 2026

 


KABAR UPDATE | SUKABUMI – Di tengah kepungan modernisasi dan tantangan perubahan iklim, Kabupaten Sukabumi mengambil langkah berani dengan kembali ke akar sejarah. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Jaenudin, S.Ag., M.H., bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat, menginisiasi gerakan pelestarian lingkungan yang tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga kekuatan kearifan lokal.


​Melalui kegiatan bertajuk "Penguatan Kearifan Lokal dalam Upaya Pelestarian Lingkungan: Ngakar Budaya, Ngawangun Jabar Istimewa", yang berlangsung di Resto King Raos, Cisaat, Sukabumi pada 9-10 Maret 2026, sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat adat diperkuat guna menciptakan ekosistem Jawa Barat yang berkelanjutan.


​PDI Perjuangan: Politik Hijau dan Kepedulian Lingkungan


​Sebagai Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, Muhammad Jaenudin menegaskan bahwa agenda ini merupakan pengejawantahan dari "Politik Hijau" yang selama ini didengungkan oleh partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah bagian dari perintah ideologi untuk mencintai tanah air secara konkret.

​"Bagi kami di PDI Perjuangan, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan alat untuk menyejahterakan rakyat. Dan kesejahteraan itu mustahil tercapai jika alam kita rusak. Melalui pendekatan budaya, kita ingin menyentuh hati masyarakat agar merawat alam bukan karena takut denda, tapi karena itu adalah amanah leluhur," ujar Jaenudin di sela-sela kegiatan.


​Jaenudin, yang dikenal vokal dalam isu-isu kesejahteraan rakyat di Komisi V, menambahkan bahwa masyarakat Sukabumi memiliki modal sosial yang luar biasa besar melalui keberadaan kampung-kampung adat seperti Ciptagelar dan Sinar Resmi.


​Sinergi Bakesbangpol Jabar: Memperkuat Ketahanan Sosial


​Bakesbangpol Jawa Barat memandang bahwa pelestarian lingkungan adalah bagian integral dari ketahanan nasional dan stabilitas daerah. Jika lingkungan rusak, potensi konflik sosial akibat perebutan sumber daya alam (seperti air dan lahan) akan meningkat.


​Perwakilan dari Bakesbangpol Jawa Barat, dalam pemaparannya, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pajajaran yang menghormati alam sebagai ibu pertiwi.


​Komentar Perwakilan Bakesbangpol Jabar


​"Kami dari Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat menyadari bahwa tantangan ideologi dan sosial ke depan sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga ruang hidup kita. Program 'Ngakar Budaya' ini adalah ikhtiar kami untuk memastikan identitas Jawa Barat yang 'Istimewa' tidak hilang ditelan zaman. Kami mengapresiasi dukungan dari DPRD, khususnya Pak Muhammad Jaenudin, yang konsisten mengawal agar kebijakan pemerintah selaras dengan aspirasi budayawan di akar rumput. Lingkungan yang lestari adalah fondasi dari masyarakat yang rukun dan kondusif."


​— H. Agus Ismaya, S.IP (Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Ormas Bakesbangpol Jabar).



​Membedah Filosofi "Ngakar Budaya, Ngawangun Jabar Istimewa"


​Tema yang diusung bukan sekadar slogan. Secara semantik, Ngakar Budaya berarti menjadikan tradisi sebagai akar yang menghujam kuat ke bumi. Tanpa akar yang kuat, pembangunan sehebat apa pun akan mudah tumbang oleh badai globalisasi.



​Dalam konteks Sukabumi, kearifan lokal seperti tradisi Seren Taun dan konsep Leuit (lumbung padi) adalah bukti nyata bagaimana masyarakat tradisional telah menerapkan sistem berkelanjutan (sustainability) jauh sebelum istilah itu populer di dunia barat.


​Penerapan Kearifan Lokal Sukabumi dalam Pelestarian Alam:


• ​Hutan Larangan & Tutupan: Larangan menebang pohon di area tertentu yang dianggap keramat sebenarnya adalah cara tradisional menjaga daerah tangkapan air (catchment area).

• ​Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh: Filosofi ini diaplikasikan dalam menjaga hubungan antar-manusia dan alam; jika manusia mengasuh alam, maka alam akan mengasihi manusia dengan hasil bumi yang melimpah.

• ​Ketahanan Pangan: Melalui sistem lumbung, masyarakat diajarkan untuk tidak eksploitatif terhadap hasil panen, melainkan menyimpannya untuk masa depan.


​Dukungan dari 41 Kecamatan: Sebuah Gerakan Massal


​Kehadiran perwakilan masyarakat dari 41 kecamatan di Kabupaten Sukabumi menunjukkan betapa besarnya harapan publik terhadap integrasi budaya dalam kebijakan publik. Para tokoh masyarakat yang hadir sepakat bahwa pendekatan birokrasi yang kaku seringkali gagal menyentuh kesadaran warga desa.


​"Selama ini sosialisasi lingkungan seringkali hanya bicara soal sampah plastik atau polusi industri. Tapi dengan pendekatan Pak Jaenudin dan Bakesbangpol ini, kami diingatkan kembali pada pesan kakek-nenek kami tentang cara menghormati gunung dan sungai," ujar salah satu tokoh adat dari Kecamatan Cisolok.


​Harapan PDI Perjuangan untuk Masa Depan Jawa Barat


​Sebagai kader PDI Perjuangan, Muhammad Jaenudin berharap model kolaborasi antara Bakesbangpol dan tokoh budaya ini dapat direplikasi di daerah lain di Jawa Barat. Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan anggaran yang mendukung kegiatan berbasis komunitas dan pelestarian lingkungan di parlemen.


​"Jawa Barat Istimewa tidak hanya soal infrastruktur yang megah. Jawa Barat Istimewa adalah ketika masyarakatnya bangga dengan jati dirinya, sungainya bersih, hutannya hijau, dan budayanya tetap hidup. PDI Perjuangan akan selalu berada di garda terdepan untuk memastikan warisan leluhur ini tetap terjaga demi anak cucu kita," tegasnya menutup sesi wawancara.


​Kesimpulan: Menuju Ekosistem Berkelanjutan


​Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bakesbangpol Jabar dan Muhammad Jaenudin ini menjadi oase di tengah hiruk-pikuk politik praktis. Ini membuktikan bahwa sinergi lintas sektor—antara legislatif (PDI Perjuangan), eksekutif (Bakesbangpol), dan elemen masyarakat—adalah kunci utama dalam memecahkan masalah lingkungan hidup.


​Dengan mengembalikan peran budaya sebagai "kompas" kehidupan, Sukabumi diharapkan menjadi pelopor bagi daerah lain dalam membangun daerah tanpa merusak alam.


Jurnalis: Evi Susanti