KABAR UPDATE | SUKABUMI - Ribuan jamaah menghadiri peringatan Haul ke-21 almarhum KH. Yusuf Thobari yang diselenggarakan di lingkungan Yayasan Darul Muta'allimin. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri para santri, alumni, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah. Minggu (7/6/26).
Haul tahun ini menjadi momentum istimewa karena dihadiri oleh para alumni Yayasan Darul Muta'allimin Cikaret yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah alumni yang kini telah mendirikan dan mengasuh pondok pesantren di daerahnya masing-masing, seperti *Pimpinan Pondok Pesantren Arriyadl Cianjur* turut hadir untuk mengenang jasa dan perjuangan Mama KH. Yusuf Thobari dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat.
Kehadiran para alumni tersebut menunjukkan kuatnya ikatan keilmuan dan silaturahmi yang telah dibangun oleh almarhum semasa hidupnya. Banyak di antara mereka yang menyampaikan rasa syukur dan penghormatan atas dedikasi Mama KH. Yusuf Thobari dalam mencetak generasi ulama, dai, dan pemimpin masyarakat.
Acara haul juga dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat Dr. KH Aang Abdullah Zein, M.MPd yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Mama KH. Yusuf Thobari dalam pengembangan pendidikan Islam dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
"Almarhum Mama KH. Yusuf Thobari merupakan sosok ulama yang telah memberikan warisan besar berupa ilmu, keteladanan, dan lembaga pendidikan yang terus berkembang hingga saat ini. Semoga perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi generasi penerus," ungkapnya.
Rangkaian kegiatan haul diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tahlil, doa bersama, tausiyah keagamaan, serta silaturahmi antar alumni dan keluarga besar Yayasan Darul Muta'allimin Cikaret. Suasana haru dan penuh kekhidmatan terasa saat para peserta mengenang perjalanan hidup serta perjuangan dakwah almarhum.
Peringatan Haul ke-21 KH. Yusuf Thobari diharapkan tidak hanya menjadi sarana mengenang jasa-jasa beliau, tetapi juga menjadi momentum untuk melanjutkan perjuangan dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat sebagaimana yang telah dicontohkan semasa hidupnya.
Jurnalis: Saepul Ramdani



