Tak Lolos Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Solusi Agar Anak Tetap Sekolah

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Presiden Prabowo Resmikan Proyek Jalan Daerah 1.151 Kilometer di Sampang

  KABAR UPDATE | SAMPANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam memper...

Tak Lolos Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Solusi Agar Anak Tetap Sekolah

KABAR UPDATE
Rabu, 24 Juni 2026


KABAR UPDATE | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak di wilayahnya tetap mendapatkan akses pendidikan. Berbagai skema telah disiapkan guna mencegah terjadinya anak putus sekolah, baik akibat keterbatasan daya tampung maupun faktor ekonomi.


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara bagi seluruh anak tanpa terkecuali.


“Prinsipnya sederhana, saya sebagai gubernur bertugas memastikan rakyat saya bisa sekolah,” ujar Dedi, Kamis (19/6/2026).


Ia menjelaskan, perhatian utama pemerintah saat ini tertuju pada anak-anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan apabila tidak diterima di sekolah negeri dan tidak mampu membayar biaya sekolah swasta.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapat berujung pada putus sekolah jika tidak ada intervensi kebijakan dari pemerintah.


“Yang menjadi perhatian kita adalah kelompok ini. Kalau tidak diterima di sekolah negeri, ada risiko mereka tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya,” jelasnya.


Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan kebijakan fleksibilitas kapasitas rombongan belajar sesuai kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas kesempatan siswa agar tetap bisa tertampung di sekolah.


Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan skema pendampingan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri agar dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Pemerintah bahkan memberikan dukungan biaya pendidikan, khususnya pada tahun pertama.


“Kami memastikan semua anak tetap sekolah. Jika tidak diterima di negeri, maka akan ada pendampingan ke sekolah swasta termasuk dukungan pembiayaan,” katanya.


Dedi menegaskan, seluruh kebijakan pendidikan harus berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, sehingga tidak ada satu pun generasi muda yang kehilangan kesempatan belajar.


“Pilihan kita jelas, apakah ingin ada anak yang tidak sekolah atau memastikan semua anak tetap sekolah. Saya memilih memastikan semua anak tetap sekolah,” pungkasnya.

 

Sumber: Humas Jabar 

Editor: Ismet