.
KABAR UPDATE | SUKABUMI - Sembilan Puluh Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Sukabumi diberikan pembekalan melalui program pembinaan “UMKM Naik Kelas” yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM bersama instansi terkait. Kamis (11/06/2026) di Gedung Pendopo Warudoyong Kota Sukabumi.
selain itu sebanyak 30 lulusan UMKM , lulusan program UMKM tahun 2025 turut mengikuti program Motekar, program yang merupakan singkatan dari mandiri dengan optimalisasi tekhnologi secara terarah tersebut menjadi salah satu program prioritas daerah yang berfokus pada digitalisasi usaha pemanfaatan tekhnologi dan pengembangan pasilitas bisnis.
Yang dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, Sekertaris Daerah Ade Suryaman,
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Sri Hastuty Harahap,
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Dani Tarsoni, serta melibatkan Pemateri Fauzie Hikmatussalam.
Dengan program ini mereka diberikan pembekalan mengenai meninggkatkan kualitas produk, Pemasaran serta mengarahkan jika terkendala mengenai permodalan. Agar tidak terjerumus terhadap bunga pinjaman berlebih.
penjualan mengalami peningkatan signifikan, yang pada akhirnya turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat, Kamis (11/06/2026).
Selama ini, banyak pelaku usaha lokal menghadapi kendala terbatasnya keterampilan pengolahan, kemasan yang kurang menarik, serta akses pasar yang sempit.
Melalui program pembinaan yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM bersama instansi terkait, pelaku usaha kini dibekali pengetahuan mulai dari pengembangan varian produk, peningkatan standar kebersihan, desain kemasan yang lebih menarik, hingga strategi pemasaran digital.
Sri Hastuty Harahap, menyatakan bahwa inovasi menjadi kunci utama agar usaha dapat bertahan dan berkembang. Program “UMKM Naik Kelas” difokuskan untuk mengubah pola pikir pelaku usaha dari sekadar bertahan hidup menjadi berwirausaha yang berdaya saing.
mentor UMKM pa pauzi menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya di tentukan oleh besarnya modal,tetapi juga untuk terus belajar,berinovasi dan beradaptasi dengan pembangunan zaman.
Menurutnya para pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan peluang yang ada terutama dalam pemasaran digital dan peningkatan kuwalitas agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
"UMKM harus berani naik kelas dengan meningkatkan produk pelayanan serta membangun kepercayaan konsumen , jika dikelola dengan baik dan konsisten ,usaha kecil pun dapat berkembang menjadi usaha yang besar ," ujar pa pauzi .
Iya juga mengajak para peserta untuk menerapkan ilmu yang diproleh pelatihan ini dalam usaha Masing Masing , sehingga dapat meningkatkan omzet , meningkatkan jaringan penasaran ,dan memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga maupun masyarakat sekitar.
“Naik kelas bukan berarti harus menjadi perusahaan besar, tapi bagaimana mereka bisa meningkatkan kualitas produk, memiliki standar yang jelas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Inovasi membuat produk mereka tidak kalah dengan barang dari luar, bahkan bisa menembus pasar yang lebih besar,” jelasnya.
Jurnalis: Evi Susanti

