Limbah MBG Disulap Jadi Energi dan Pupuk, Sukabumi Menuju Swasembada Berkelanjutan

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi Teddy Setiadi, Pasang Badan Kawal 40 Usulan Prioritas Kecamatan Parungkuda di Musrenbang 2026

  KABAR UPDATE | SUKABUMI  – Momentum perencanaan pembangunan daerah kembali bergulir. Bertempat di Aula Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Suk...

Limbah MBG Disulap Jadi Energi dan Pupuk, Sukabumi Menuju Swasembada Berkelanjutan

KABAR UPDATE
Jumat, 13 Februari 2026

 


KABAR UPDATE | SUKABUMI – Upaya mendorong kemandirian energi dan penguatan sektor pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi, Asep Japar, meresmikan Instalasi Reaktor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House) di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026).


Peresmian tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemkab Sukabumi dan Yayasan Rumah Energi melalui Program Pro Women 3 yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun di wilayah Pelabuhanratu dan sekitarnya. Program ini menitikberatkan pada transisi energi bersih yang inklusif, sekaligus pemberdayaan perempuan di tingkat desa.


Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi, Sumanda Tondang, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam mendorong penggunaan energi terbarukan di masyarakat.


Menurutnya, instalasi di Kecamatan Simpenan menjadi yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan reaktor biogas dengan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis). Limbah dapur MBG yang mencapai sekitar 80 kilogram per hari diolah menjadi biogas untuk kebutuhan memasak hingga lima jam setiap hari. Selain menghasilkan energi, proses tersebut juga memproduksi pupuk cair organik yang dapat dimanfaatkan petani.


Tak hanya itu, Solar Dryer House yang diresmikan turut memberikan manfaat bagi petani bawang di Desa Loji. Dengan teknologi pengeringan bertenaga surya, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca saat proses pascapanen. Hasilnya, kualitas produk lebih terjaga dan nilai jual meningkat.


Program pembangunan teknologi ini mendapat dukungan penuh dari PT Insight Investment Management sebagai pihak pendana.


Bupati Asep Japar menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai inovasi pengolahan limbah menjadi energi dan pupuk cair merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.


“Pemanfaatan limbah MBG ini harus mampu mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan simbolis pupuk cair hasil olahan biogas dari Yayasan Rumah Energi kepada Bupati Sukabumi, serta penyerahan hasil panen bawang dari petani Desa Loji. Momentum tersebut menjadi simbol sinergi antara energi terbarukan dan penguatan ekonomi desa berbasis pertanian.


Jurnalis: Ismet