KABAR UPDATE | SUKABUMI - komisi pemilihan Umum (KPU ) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih berkelanjutan tahun 2026 Di Hotel Horison kota Sukabumi , Kegiatan Ini menghadirkan Anggota DPR RI Komisi II Heri Gunawan, Ketua KPU Kota Sukabumi Imam Sutisno, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Yandra Utama Santosa, Komisioner KPU Kota Sukabumi lainnya, dengan melibatkan Kalangan pemuda Organisasi dan Mahasiswa berbagai elemen masyarakat.
Dalam Sambutannya Anggota DPR RI Komisi II Heri Gunawan Menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam demokrasi , yakni satu orang satu suara, menurutnya tantangan terbesar saat ini bukan hanya menyelenggarakan pemilu, tetapi bagaimana membangun kepercayaan masyarakat cara menggunakan hak pilihnya .
Heri menilai masyrakt khususnya organisasi muda , kini semakin keritis dalam mementukan hak pilihan politik, ,oleh karna itu 0ara calon pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan janji kampanyeunya, tetapi harus mampu menunjukan rekam jejak integritas dan kerja nyata.
" Kalau menyampaikan ke para pemuda tidak usah bertele tele yang penting konkret, anak muda sekarang melihat isi dan bukti bukan sekedar janji," ujar Heri.
Iya juga mengiatkan masyrakat agar tidak mudah tergoda praktik politik uang maupun berbagai bentuk iming iming menjelang pemilu , menurutnya pemilih harus menurutnya , pemilih harus menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak , integritas dan kapasitas calon ,demi melahirkan pemimpin yang berkualitas.
Sementara itu Ketua DPD KNPPI Kabupaten Sukabumi Yandra Utama Samtosa mengakak generasi muda menjadi pemuda negarawan yaitu pemuda yang menjadi integritas berpikir jangka panjang , serta mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurut Yandra 60% pemilih Indonesia berada pada rentang usia 17 hingga 40 tahun. Karna itu generasi muda menjadi pembantu arah demokrasi , baik dalam pemilihan presiden ,kepala daerah, maupun anggota legislatif.
Dia menegaskan bahwa pemuda harus memilih yang cerdas dengan menggunakan nalar, data dan rekam jejak calon dalam menentukan pilihan, selain itu, pemuda juga harus berani menolak praktik politik uang dan ikut mengawasi jalan nya pemilu agar berjalannya pemilu dengan jujur dan adil.
"Demokrasi yang berkualitas lahir dari pemilih yang berintegritas , bukan dari politik, transaksional pemuda harus menjadi penjaga demokrasi agar mengasilkan pemimpin yang benar benar untuk rakyat," kata Yandra .
Sedangkan Komisioner KpU kota Sukabumi Seni menjeladkan bahwa pendidikan pemilih upaya merupakan program berkelanjutan KPU, ia menegaskan bahwa pemilu adalah tanggung jawab bersama, sehingga masyarakat diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilih. tetapi juga aktif mengaeal jalannya pemerintahan serta mendukung program pemuktahiran data pemilih dan pendidikan demokrasi,
Ketua KPU Kota Sukabumi IMan Sutrisno, mengatakan bahwa demokrasi tidak berhenti saat pemungutan suara , masyrakat harus terus mengawal wakil rakyat yang telah dipilih agar tetap menjalankan amanah dan menjaga kualitas demokrasi .
Melalui kegiatan ini, KPU Kota Sukabumi berharap berpartisipasi masyrakat dalam pemilu semakin meningkat, sekaligus melahirkan pemilih yang Cerdas, kritis dan bertanggung jawab dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil dan berkualitas.
Jurnalis: Evi Susanti


