Potret Kemiskinan di Cikakak, Bayi 6 Bulan Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Keluarga Herlan Menanti Uluran Tangan

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Sidang Kabinet Paripurna Dipimpin Presiden Prabowo, Panglima TNI Tegaskan Dukungan pada Program Strategis Nasional

  KABAR UPDATE | JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden RI Pra...

Potret Kemiskinan di Cikakak, Bayi 6 Bulan Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Keluarga Herlan Menanti Uluran Tangan

KABAR UPDATE
Senin, 20 Juli 2026

 


KABAR UPDATE | SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan dialami keluarga Herlan, warga Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Bersama istri dan ketiga anaknya, Herlan harus bertahan hidup di sebuah rumah panggung yang sudah tidak layak huni.

Total terdapat lima orang yang menempati rumah tersebut, termasuk seorang bayi yang baru berusia enam bulan.


Berdasarkan hasil investigasi awak media di lapangan, rumah panggung yang ditempati keluarga Herlan terbuat dari bilik bambu yang sudah banyak berlubang dan lapuk. Atap rumah pun mengalami banyak kebocoran sehingga setiap kali hujan turun, air masuk ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas keluarga.


Herlan mengaku bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya. Namun, pekerjaan yang diperolehnya tidak menentu sehingga penghasilannya sering kali tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.


"Saya kerja serabutan, kadang ada pekerjaan, kadang tidak ada. Yang penting anak dan istri bisa makan," ujar Herlan kepada awak media.


Ia mengaku sangat sedih melihat kondisi tempat tinggal keluarganya, terlebih anak bungsunya yang masih berusia enam bulan harus tinggal di rumah yang bocor dan tidak layak ditempati.



"Kalau musim hujan, atap rumah banyak yang bocor. Kasihan anak saya yang paling kecil, usianya baru enam bulan," tuturnya.



Herlan berharap Pemerintah Desa Cirendang maupun dinas terkait dapat memberikan perhatian dan bantuan, khususnya program rumah layak huni atau bentuk bantuan sosial lainnya.


Menurut pengakuannya, beberapa waktu lalu sempat ada petugas dari pemerintah desa yang datang ke rumahnya untuk melakukan pendataan Sensus Ekonomi. Saat itu ia berharap pendataan tersebut menjadi awal adanya bantuan bagi keluarganya.


"Waktu itu ada yang datang dari desa meminta data untuk sensus ekonomi. Saya sempat mengira akan ada bantuan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya," ungkap Herlan.


Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi agar keluarga Herlan dapat memperoleh bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kondisi rumah yang nyaris tidak layak huni ini dinilai membutuhkan penanganan segera, terlebih di dalamnya tinggal seorang bayi yang masih sangat rentan terhadap cuaca dan kondisi lingkungan.



Jurnalis : Sopiyan