Dua Anggota KSTP Kodap XII/Lanny Jaya Tewas Disergap, Dievakuasi ke RSUD Wamena

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Kurang Transparan, Penanganan Kasus di Kejari Sukabumi Menuai Sorotan Jurnalis

  KABAR UPDATE | SUKABUMI -  Sorotan tajam terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi kembali mencuat. Sejumlah jurnalis menilai l...

Dua Anggota KSTP Kodap XII/Lanny Jaya Tewas Disergap, Dievakuasi ke RSUD Wamena

KABAR UPDATE
Rabu, 06 Agustus 2025

 


KABAR UPDATE | WAMENA - Dua orang anggota Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) Kodap XII/Lanny Jaya dilaporkan tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh Satgas Rajawali III dan Tim Khusus (Timsus) Mandala V pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.


Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber internal aparat keamanan, penyergapan terhadap kelompok KSTP tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIT di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya.


Kedua korban yang berhasil diidentifikasi adalah:


Mayer Wenda, diketahui sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya


Deni Wenda, anggota Kodap XII/Lanny Jaya



Proses evakuasi ke RSUD Wamena dimulai sekitar pukul 22.45 WIT. Aparat keamanan mengantar jenazah ke rumah sakit dan diarahkan langsung ke ruang jenazah oleh petugas medis.


Sekitar pukul 23.05 WIT, kedua jenazah telah masuk ke kamar jenazah dan pihak rumah sakit tengah menunggu kedatangan keluarga korban.


Antisipasi Keamanan Diperketat


Sementara itu, aparat keamanan terus memantau situasi di sekitar RSUD Wamena setelah terpantau adanya konsentrasi massa sekitar 10–15 orang yang diduga merupakan keluarga atau simpatisan dari korban. Aparat mewaspadai kemungkinan adanya aksi balasan dari kelompok KSTP pasca operasi penyergapan ini.


Operasi yang dilakukan oleh Satgas Rajawali III bersama Timsus Mandala V merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang selama ini aktif di wilayah pegunungan tengah Papua, khususnya di Lanny Jaya.


Pihak berwenang masih terus melakukan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan pasca kejadian ini.


Jurnalis: Ismet