KABAR UPDATE | SUKABUMI - Suasana berbeda terasa di hari pertama Ramadan 1447 Hijriah. Sejak sore menjelang magrib, kawasan Alun-Alun Palabuhanratu berubah menjadi lautan manusia. Warga dari berbagai penjuru berbondong-bondong datang, berburu takjil untuk berbuka puasa.
Langit yang perlahan menguning menjadi saksi ramainya langkah kaki yang saling bersahutan. Aroma gorengan hangat, kolak pisang, hingga es buah yang segar bercampur di udara, menggoda siapa saja yang melintas. Lapak-lapak pedagang berjajar rapi di sekitar area Alun-Alun Masjid Agung Palabuhanratu, dipadati pembeli yang tak sabar memilih hidangan favorit mereka.
Tawa anak-anak, suara tawar-menawar, hingga lantunan ayat suci Al-Qur’an dari pengeras suara masjid menciptakan harmoni khas Ramadan. Para pemburu takjil tampak antusias, sebagian rela mengantre panjang demi mendapatkan menu incaran.
"Setiap Ramadan, suasananya selalu seperti ini. Ramai dan penuh berkah," ujar salah seorang pengunjung sambil menggenggam kantong berisi aneka makanan.
Tak hanya menjadi tempat berburu hidangan berbuka, Alun-Alun Palabuhanratu juga menjadi ruang silaturahmi. Banyak warga yang sengaja datang lebih awal untuk sekadar duduk santai bersama keluarga, menunggu azan magrib berkumandang.
Detik-detik menjelang waktu berbuka, suasana semakin terasa khidmat. Ketika azan magrib akhirnya menggema dari Masjid Agung Palabuhanratu, keramaian seketika berubah menjadi keheningan penuh syukur. Ribuan tangan menengadah, memanjatkan doa di awal Ramadan yang penuh harapan.
Hari pertama puasa pun ditutup dengan senyum dan kebersamaan, menandai awal bulan suci yang kembali menghidupkan denyut kebersamaan masyarakat Palabuhanratu.
Jurnalis: Ismet

