100 Becak Listrik Bantuan Presiden Diserahkan di Sukabumi, Bupati Harap Dongkrak Penghasilan Warga

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

DPRD Kota Sukabumi Gelar Audiensi Ngoet Fest, LSM RIB Akan Lapor Ke APH Soal Dugaan Pelanggaran 5 Perda, Komsi 1: Kami Dukung Penuh

KABAR UPDATE |SUKABUMI - Jawa Barat - Proses audiensi terkait event Pool Party Ngoet Fest X Santa Sea Water Theme Park yang viral pada 19 S...

100 Becak Listrik Bantuan Presiden Diserahkan di Sukabumi, Bupati Harap Dongkrak Penghasilan Warga

KABAR UPDATE
Senin, 19 Oktober 2026



KABAR UPDATE | SUKABUMI – Sebanyak 100 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahkan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi. Penyaluran bantuan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (19/10/2026).


Penyerahan bantuan dihadiri Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, Wakil Ketua Yayasan GSN sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S. Deyang, unsur Forkopimda, Forkopimcam, serta masyarakat penerima manfaat.


Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan becak listrik diharapkan mampu meringankan beban kerja para pengemudi becak sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.




Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen mendukung program pemerintah pusat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah program yang mendapat dukungan tersebut di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta bantuan becak listrik.


Bupati juga berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat. Selain itu, Pemkab Sukabumi akan mengupayakan perlindungan melalui kepesertaan asuransi bagi para penerima bantuan.


“Program ini sangat positif karena membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Kami berharap becak listrik ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan ke depan lebih banyak warga yang mendapatkan bantuan serupa,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa penyaluran becak listrik merupakan wujud kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat, khususnya para pengemudi becak yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan sehari-hari.


Nanik menjelaskan, program pemberian becak tersebut telah dimulai sejak 2023, sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden. Melalui bantuan ini, para penerima diharapkan memiliki sarana usaha produktif yang dapat menunjang penghasilan tanpa harus terbebani kewajiban setoran kepada pihak lain.


Ia berpesan agar seluruh penerima menjaga dan merawat becak listrik yang telah diberikan serta menggunakannya untuk kegiatan mencari nafkah. Bantuan tersebut tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan karena ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan sarana untuk meningkatkan perekonomian keluarga.


Nanik turut menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan fasilitas pengisian daya. Ketersediaan sarana tersebut dinilai penting agar becak listrik dapat digunakan secara maksimal dalam aktivitas sehari-hari.


Prosesi penyerahan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima antara Yayasan GSN, Bupati Sukabumi, dan para penerima manfaat.


Usai prosesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba becak listrik yang diikuti para penerima bantuan, Wakil Ketua Yayasan GSN, Bupati Sukabumi, serta jajaran terkait. Rombongan menempuh rute sepanjang dua kilometer sebagai bagian dari pengenalan penggunaan becak listrik kepada para penerima.


Melalui bantuan ini, diharapkan mobilitas pengemudi becak menjadi lebih mudah, produktivitas meningkat, dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi.




Jurnalis : Sopiyan