KABAR UPDATE | SUKABUMI - Ratusan Guru yang Tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) dari 47 Kecamatan Se -Sukabumi menggelar aksi damai pada Kamis , 22 jananuari 2026, bertempat di GOR Kabupaten Sukabumi Kecamatan Cisaat, Aksi Tersebut Dihadiri Langsung oleh Bupati Sukabumi H Asep Japar Serta Jajaran DinasPendidiksan Kabupaten Sukabumi.
Dalam aksi tersebut para guru menyampaikan aspirasi terkait permintaan gaji setara dan lebih layak, khususnya bagi guru honorer dan non- ASN, para guru juga mempertanyakan penurunan penghasilan, sebelumnya berkisar antara 1, 200 Ribu Hingga 1, 500 juta , namun kini menurun drastis hingga ada yang hanya menerima 250 ribu perbulan, trjadi hingga beberapa bulan terakhir,
Para peserta aksi mempertanyakan adanya dugaan potongan potongan pada gaji, serta meminta penjelasan secara terbuka terkait komponen apa saja yang mempengaruhi besaran honor yang mereka Terima saat ini.
Perwakilan guru dalam orasinya menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat memberatkan, terlebih ditengah meningkatkan kebutuhan hidup, mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan serta solusi konkrit terkait sistem gurugajian guru honorer.
Menanggapi hal tersebut Bupati Sukabumi H Asep Japar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pendataan ulang serta evaluasi terhadap mekanisme pembayaran honor guru, serta mengupayakan agar kesejahteraan guru dapat meningkat dan lebih setara, sesuai dengan kemampuan anggaran dan aturan yang berlaku.
Sementata itu, kepala Dinas pendidikan kabupaten Sukabumi Deden Sumpena menjelaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut dengan koordinasi dengan intansi terkait, termasuk bagian keuangan daerah, untuk memastikan tidak terjadi pemotingan yang tidak sesuai ketentuan.
Pemerintah daerah juga berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan perwakilan PGRI guna membahas solusi jangka pendek dan jangka panjang terkait kesejahteraan guru honorer di kabupaten sukabumi.
Aksi damai berlangsung tettib dan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian setelah menyampaikan aspirasi dan mendapatkan penjelasan dari pemerintah daerah, masa aksi membubarkan diri dengan aman.
Jurnalis: Evi Susanti



