Trabas Aturan! Menara BTS Tinggi di Zona Hijau Cijengkol Ancaman Beton bagi Sawah Produktif ‎

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Cuaca Jawa Barat Didominasi Berawan dan Hujan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

  KABAR UPDATE  | BANDUNG -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat pada Rab...

Trabas Aturan! Menara BTS Tinggi di Zona Hijau Cijengkol Ancaman Beton bagi Sawah Produktif ‎

KABAR UPDATE
Kamis, 22 Januari 2026

 


KABAR UPDATE | SUKABUMIPergantian fungsi lahan di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi perhatian publik. Sebuah menara telekomunikasi (BTS) terlihat berdiri tegak di tengah area sawah produktif di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. 

‎Pembangunan menara ini diduga telah dilakukan di Zona Hijau, yang seharusnya dialokasikan untuk pertanian dan resapan air, bukan untuk infrastruktur komersial. 

‎Keberadaan menara ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Dari pantauan di lapangan, bangunan tersebut terlihat mencolok di antara ladang padi yang ada. Warga dan aktivis lingkungan mulai meragukan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan ketika lahan sawah dapat dengan mudah dialihfungsikan menjadi "hutan beton". 

‎"Sawah ini adalah zona hijau dan sumber penghidupan bagi petani. Jika menara ini bisa berdiri di sini, apa manfaatnya aturan tata ruang yang ditetapkan pemerintah?" ungkap seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan. 

‎Sampai berita ini diturunkan, keabsahan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta kesesuaian tata ruang terkait proyek ini masih menjadi pertanyaan. Publik mendesak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi untuk segera melakukan audit investigasi. 

‎Jika terbukti melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sukabumi, tidak hanya harus menghentikan pembangunan tersebut, tetapi juga membongkarnya untuk mengembalikan fungsi lahan sebagaimana mestinya.


Jurnalis: Saepul Ramdani