Ketua DPRD Sukabumi Budi Azhar Mutawai Tekankan Infrastruktur Jalan dalam Forum Konsultasi Publik RKPD 2027

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Kurang Transparan, Penanganan Kasus di Kejari Sukabumi Menuai Sorotan Jurnalis

  KABAR UPDATE | SUKABUMI -  Sorotan tajam terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi kembali mencuat. Sejumlah jurnalis menilai l...

Ketua DPRD Sukabumi Budi Azhar Mutawai Tekankan Infrastruktur Jalan dalam Forum Konsultasi Publik RKPD 2027

KABAR UPDATE
Sabtu, 31 Januari 2026

 


KABAR UPDATE | SUKABUMI - Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP., secara resmi menghadiri sekaligus memberikan arahan strategis dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2027. Kegiatan tersebut digelar di Bale Pangripta Bapperida Kabupaten Sukabumi, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.


Forum Konsultasi Publik ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum penting dalam menyelaraskan visi politik, perencanaan teknokratis, serta aspirasi masyarakat sebagai dasar penyusunan arah pembangunan daerah.


Dalam sambutannya, Budi Azhar Mutawali menegaskan bahwa RKPD Tahun 2027 memiliki posisi strategis karena merupakan penjabaran operasional dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi 2025–2029.


“RKPD 2027 bukan berdiri sendiri. Dokumen ini menjadi fondasi dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah. Apa yang kita rumuskan hari ini akan menentukan keberhasilan pencapaian target besar RPJMD,” ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri telah menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yakni “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata.”


Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan agroindustri dan sektor pariwisata. Kabupaten Sukabumi dinilai memiliki potensi besar, baik dari sektor pertanian, perkebunan, maupun kekayaan destinasi wisata alam.

Ketua DPRD menekankan bahwa implementasi tema tersebut harus dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yakni pendekatan teknokratis berbasis data dan kajian ilmiah, pendekatan politis yang selaras dengan kepentingan rakyat, serta pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara langsung.


Salah satu penekanan penting dalam arahan Ketua DPRD adalah kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini masih menjadi keluhan utama masyarakat.


“Aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan harus menjadi prioritas dan tidak bisa ditawar lagi dalam penyusunan RKPD 2027. Jalan adalah urat nadi perekonomian. Tanpa infrastruktur yang baik, pengembangan agroindustri dan pariwisata hanya akan menjadi wacana,” tegasnya.


DPRD mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah penyangga ekonomi dan kawasan destinasi wisata yang selama ini terkendala akses akibat kerusakan jalan.


Selain infrastruktur, DPRD Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan sejumlah masukan strategis di sektor lainnya. Penguatan UMKM dan sektor pertanian menjadi perhatian utama melalui pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, bantuan alat dan mesin pertanian, serta perluasan akses pasar produk lokal.


Di sektor kesehatan, DPRD menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit daerah, serta percepatan penanganan stunting sebagai bagian dari upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).


Sementara di bidang pendidikan, Budi Azhar menyoroti perlunya peningkatan sarana prasarana sekolah dan kesejahteraan tenaga pendidik guna mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


Menutup arahannya, Ketua DPRD menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal seluruh tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.


“Tujuan kita bersama adalah mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang MUBARAKAH—Maju, Unggul, Berbudaya, Agamis, dan Berkelanjutan. DPRD akan terus memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 ini turut dihadiri anggota DPRD lintas fraksi, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi profesi. Berbagai masukan dan catatan kritis disampaikan guna menyempurnakan rancangan awal RKPD sebelum dibahas lebih lanjut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten.


Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Sukabumi tahun 2027, dengan harapan seluruh perencanaan dapat terealisasi secara konkret dan merata bagi masyarakat.


Jurnalis: Sopiyan