MUSDES RKPDes 2027 Desa Cimaja Digelar, Jadi yang Pertama di Kecamatan Cikakak

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

MUSDES RKPDes 2027 Desa Cimaja Digelar, Jadi yang Pertama di Kecamatan Cikakak

  KABAR UPDATE | SUKABUMI — Pemerintah Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Desa (MUSDES) dalam rangka...

MUSDES RKPDes 2027 Desa Cimaja Digelar, Jadi yang Pertama di Kecamatan Cikakak

KABAR UPDATE
Jumat, 21 Agustus 2026

 

KABAR UPDATE | SUKABUMI — Pemerintah Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Desa (MUSDES) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Cimaja, Jumat (21/8/2026).


Pelaksanaan MUSDES ini menjadi yang pertama digelar dari sembilan desa yang berada di Kecamatan Cikakak. Hal tersebut menunjukkan kesiapan Pemerintah Desa Cimaja dalam menyusun agenda pembangunan secara terencana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Kegiatan dihadiri perwakilan Kecamatan Cikakak, di antaranya Kasi PMD dan Kasi Binwas, Pendamping Desa, jajaran BPD, LPMD, para kepala dusun, Ketua RW dan RT, kader Posyandu, perwakilan PKK, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.


Dalam forum tersebut, berbagai usulan dan kebutuhan masyarakat dibahas sebagai bahan penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2027. Pemerintah Desa Cimaja berencana mengarahkan pembangunan infrastruktur kepada sejumlah titik yang dinilai paling prioritas dan mendesak.


Selain pembangunan fisik, sektor pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian. Salah satu program yang direncanakan yakni pelatihan pemulasaraan jenazah sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan sosial di lingkungan desa.




Kepala Desa Cimaja, R. Wahyu Cakraningrat, yang akrab disapa Jaro Embing, mengatakan bahwa penyusunan program dilakukan dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat serta kondisi kebutuhan di lapangan. Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi pemerintah desa.


“Kami berusaha menyusun rencana pembangunan berdasarkan kebutuhan yang paling prioritas. Baik pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat kami upayakan agar bisa memberikan manfaat langsung. Namun, keterbatasan anggaran tentunya menjadi tantangan bagi kami,” ujar Jaro Embing.

 

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran Dana Desa juga memberikan dampak terhadap kemampuan pemerintah desa dalam merealisasikan berbagai kebutuhan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia.


“Kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak kebutuhan masyarakat yang harus kami jawab, sementara kemampuan anggaran terbatas. Desa merupakan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika ada keluhan, tentu yang pertama kali didatangi adalah pemerintah desa, tetapi ruang gerak kami menjadi terbatas akibat kondisi anggaran,” ungkapnya.

 

Jaro Embing juga menyampaikan harapan terkait rencana pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan memberikan perhatian khusus terhadap desa-desa di kawasan perbatasan selama tiga tahun ke depan.


Ia berharap kebijakan tersebut tidak mengesampingkan desa-desa yang berada di luar wilayah perbatasan, termasuk Desa Cimaja yang memiliki potensi serta kebutuhan pembangunan yang cukup besar.


“Kami tentu sangat mendukung program pembangunan desa. Namun kami juga berharap perhatian pemerintah provinsi tidak hanya diarahkan kepada desa-desa perbatasan. Desa lainnya juga memiliki potensi dan masyarakat yang membutuhkan dukungan agar bisa berkembang,” katanya.

 

Sementara terkait pengembangan Desa Wisata Cimaja, Jaro Embing mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum terdapat alokasi Dana Desa untuk pengembangan kawasan wisata tersebut.


Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari pemerintah melalui lintas sektor, khususnya Dinas Perumahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi, sehingga potensi wisata yang dimiliki Desa Cimaja dapat dikembangkan secara maksimal.


“Cimaja memiliki potensi wisata yang besar. Namun untuk pengembangannya saat ini belum ada anggaran dari Dana Desa. Kami berharap ada dukungan dari lintas sektoral, khususnya dari Dinas Perumahan dan Tata Ruang Kabupaten Sukabumi, agar potensi tersebut bisa dikembangkan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Dengan terlaksananya MUSDES RKPDes 2027 ini, Pemerintah Desa Cimaja berharap seluruh rencana pembangunan yang disusun nantinya dapat dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, serta berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat.



Jurnalis: Sopiyan