KABAR UPDATE | SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Kecamatan dan Desa Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi para Bunda PAUD yang selama ini berperan dalam mendukung penguatan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sukabumi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.IP., mengatakan kegiatan apresiasi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, keberadaan Bunda PAUD di setiap kecamatan, desa dan kelurahan memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memperkuat layanan pendidikan anak usia dini.
“Ini rutin setiap tahun dilaksanakan dalam rangka memberikan apresiasi kepada para Bunda PAUD, baik Bunda PAUD desa maupun Bunda PAUD kecamatan, yang telah membantu proses pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sukabumi,” ujar Deden Sumpena.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 2.400 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Sukabumi. Karena itu, keterlibatan berbagai unsur, termasuk Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pendidikan anak usia dini.
Deden menegaskan, peran Bunda PAUD bukan pada aspek teknis pendidikan, melainkan membantu mendorong, mendukung, serta menyosialisasikan berbagai program pendidikan kepada masyarakat.
Terlebih, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai wajib belajar satu tahun prasekolah. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan anak mendapatkan pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Sekarang bukan hanya dari SD, tetapi ada tambahan wajib belajar satu tahun prasekolah. Dalam rangka mengomunikasikan dan menyosialisasikan program tersebut, peran Bunda PAUD sangat kita harapkan,” ungkapnya.
Apresiasi Mengusung Tema Digital
Deden Sumpena menambahkan, kegiatan apresiasi tahun ini tidak semata-mata bertujuan mencari siapa yang terbaik. Menurutnya, seluruh Bunda PAUD telah memberikan kontribusi bagi pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.
Namun, kegiatan tahun ini lebih diarahkan pada upaya mendorong Bunda PAUD agar turut mengajak dan menginformasikan kepada masyarakat melalui media digital, seperti Instagram dan Facebook.
Para peserta juga membuat video sebagai bagian dari upaya menyampaikan informasi sekaligus mengajak masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini serta program wajib belajar satu tahun prasekolah.
“Bukan berarti mencari yang terbaik, tetapi semuanya baik. Hari ini lebih tematik, bagaimana mengajak dan menginformasikan kepada masyarakat melalui media digital,” jelas Deden.
Ia berharap Bunda PAUD di setiap kecamatan dan desa semakin aktif membantu pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pendidikan kepada masyarakat.
PAUD Berdekatan Bukan Persoalan
Terkait keberadaan sejumlah PAUD yang lokasinya berdekatan dalam satu wilayah, Deden mengatakan hal tersebut pada dasarnya tidak menjadi persoalan selama masing-masing lembaga mengikuti ketentuan dan proses perizinan yang berlaku.
Menurutnya, semakin banyak PAUD yang tersedia justru dapat memperluas jangkauan pelayanan pendidikan anak usia dini kepada masyarakat. Namun, pendirian PAUD baru tetap harus melalui proses perizinan dan memenuhi ketentuan untuk mendapatkan izin operasional.
“Yang penting rapi, karena PAUD harus memiliki izin operasional dan mengikuti proses perizinan,” pungkasnya.
Jurnalis: Evi Susanti



