KABAR UPDATE | SUKABUMI – Perjuangan panjang dan rangkaian persiapan matang terkait repatriasi jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi, Evi Mentari, akhirnya memasuki babak akhir. Berdasarkan konfirmasi jadwal penerbangan terbaru, jika tidak ada halangan teknis, pesawat yang membawa jenazah almarhumah diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Keberhasilan ini merupakan buah dari persiapan intensif Tim Relawan Sekretariat Bersama Tindak Pidana Perdagangan Orang Republik Indonesia (Sekber TPPO RI) yang konsisten mengawal alur birokrasi dan koordinasi lintas instansi.
Proses pemulangan jenazah PMI non-prosedural maupun prosedural yang tersangkut kasus dugaan TPPO membutuhkan tingkat kesiapan dan kecermatan tinggi. Kehadiran Sekber TPPO RI bersama para relawan di lapangan menjadi jembatan krusial dalam menghubungkan keluarga korban, perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, hingga instansi daerah di tanah air.
Sinergi Lintas Sektor dan Apresiasi Ketua Sekber TPPO RI
Ketua Sekber TPPO RI, Edi S. Paul, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan support penuh serta mencurahkan perhatian demi kelancaran seluruh tahap persiapan pemulangan jenazah Evi Mentari.
"Proses kemanusiaan ini dapat terlaksana berkat persiapan dan sinergi yang sangat kuat dari berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih mendalam atas pengarahan dari Pembina Sekber TPPO RI Bapak Abel, serta kolaborasi nyata dari Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Kantor Imigrasi Sukabumi, RSUD R. Syamsudin, S.H., Ketua DPRD Kota Sukabumi, BAZNAS Sukabumi, BP3MI Provinsi Jawa Barat, serta seluruh tim kerja dan keluarga," tegas Edi S. Paul.
Edi menambahkan bahwa persiapan dan koordinasi yang solid antara lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan relawan sanggup menembus kerumitan birokrasi demi memberikan perlindungan maksimal bagi warga negara.
Pesan Penting Pembina Sekber TPPO RI Abel
Di tengah suasana duka, Pembina Sekber TPPO RI, Abel, turut memberikan pesan mendalam sekaligus menggarisbawahi pentingnya pencegahan tindak pidana perdagangan orang agar kasus serupa tidak terulang kembali di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
"Kami menyatukan doa untuk almarhumah Evi Mentari agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Namun, kejadian ini juga harus menjadi pengingat keras bagi kita semua. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap modus perekrutan kerja ilegal dan selalu menggunakan jalur resmi yang terdaftar di Disnakertrans dan BP3MI," ujar Abel.
Abel juga mendorong penguatan deteksi dini di tingkat desa serta keterlibatan aktif tokoh masyarakat untuk melaporkan indikasi keberangkatan kerja non-prosedural. Sekber TPPO RI berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum terhadap oknum penyalur ilegal demi menegakkan keadilan.
Isak Tangis dan Haru Suami Almarhumah
Kehadiran tim relawan dan kepastian persiapan jadwal kepulangan memberikan kelegaan mendalam bagi pihak keluarga. Mewakili keluarga besar, Erwin selaku suami almarhumah Evi Mentari mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan penuh haru atas bantuan tanpa henti yang diterima keluarganya.
"Saya mewakili almarhumah istri saya dan keluarga besar mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Terima kasih kepada Pak Abel, Pak Edi S. Paul, seluruh Tim Relawan Sekber TPPO RI, serta jajaran Pemda, Imigrasi, BP3MI, RSUD R. Syamsudin, BAZNAS, dan DPRD. Jika bukan karena kepedulian dan kerja keras bapak-bapak semua, kami tidak tahu bagaimana caranya membawa almarhumah kembali ke rumah," ungkap Erwin sambil menahan tangis.
Pengawalan Jalur Darat Menuju Sukabumi
Sebagai bagian dari persiapan akhir, Tim Relawan Sekber TPPO RI bersama BP3MI Jawa Barat dan instansi terkait telah menyiagakan personel di area kargo Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut mendaratnya pesawat pada Senin sore pukul 15.30 WIB. Setelah penanganan kargo dan administrasi selesai, jenazah akan langsung diantar menggunakan ambulans melalui jalur darat menuju rumah duka di Kota Sukabumi untuk dilanjutkan dengan prosesi pemakaman secara layak. (Deta)
Jurnalis : Evi susanti


