Diiringi Tangis Haru dan Doa Puluhan Warga, Jenazah Evi Mentari Pejuang Devisa Sukabumi Dikebumikan Pagi Ini

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Diiringi Tangis Haru dan Doa Puluhan Warga, Jenazah Evi Mentari Pejuang Devisa Sukabumi Dikebumikan Pagi Ini

KABAR UPDATE | SUKABUMI – Suasana khidmat dan penuh keharuan menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana Gede, Babakan Bandung, Keluraha...

Diiringi Tangis Haru dan Doa Puluhan Warga, Jenazah Evi Mentari Pejuang Devisa Sukabumi Dikebumikan Pagi Ini

KABAR UPDATE
Selasa, 25 Agustus 2026


KABAR UPDATE | SUKABUMI – Suasana khidmat dan penuh keharuan menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana Gede, Babakan Bandung, Kelurahan Nangegeleng Kecamatan Citamiang, pada Selasa pagi (25/8/2026), saat jenazah Evi Mentari (37), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi, akhirnya diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Puluhan warga, kerabat, relawan, hingga perwakilan instansi tampak memadati area pemakaman sejak pagi hari untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok pejuang keluarga tersebut.


Di bawah naungan langit pagi yang tenang, iring-iringan pelayat berjalan perlahan mengantarkan peti jenazah almarhumah dari rumah duka menuju liang lahat. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan gema tahlil tak henti-hentinya berkumandang, menciptakan vibes positif penuh kedamaian yang melingkupi seluruh prosesi pemakaman.


Pelukan Doa dan Wujud Saling Jaga Warga Sekitar


Kepulangan almarhumah Evi Mentari bukan sekadar akhir dari perjuangan birokrasi yang panjang, melainkan menjadi momentum menguatnya tali solidaritas antarwarga. Masyarakat sekitar yang hadir sejak kepulangan jenazah hingga prosesi pemakaman pagi ini bahu-membahu membantu keluarga yang ditinggalkan.


Kehadiran puluhan tetangga dan relawan Sekber TPPO RI memperlihatkan betapa almarhumah dicintai oleh lingkungan sekitarnya. Dukungan moril yang mengalir deras menjadi pilar kekuatan bagi sang suami, Erwin Susman, beserta anak-anak dan keluarga besar yang sempat berada di puncak rasa duka.


"Almarhumah adalah sosok yang gigih dan penuh perhatian pada keluarga. Kita semua menjadi saksi betapa niat mulianya mencari rezeki di luar negeri adalah wujud pengorbanan seorang ibu dan istri. Pagi hari ini kita lepas beliau dengan lapang dada dan penuh rasa bangga," ujar salah seorang tokoh masyarakat di sela-sela pemakaman.



Ungkapan Haru dan Terima Kasih dari Perwakilan Keluarga


Saat prosesi pemakaman usai, perwakilan keluarga almarhumah menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Mewakili Erwin Susman dan seluruh kerabat, pihak keluarga mengutarakan rasa syukur mendalam atas berlimpahnya perhatian dan bantuan yang mereka terima hingga almarhumah bisa dimakamkan dengan layak di tanah kelahirannya.


Keluarga secara khusus menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada seluruh tim relawan Sekber TPPO RI, BP3MI Jawa Barat, jajaran KBRI/KJRI, imigrasi, hingga tetangga sekitar yang telah mengawal proses kepulangan dari negara penempatan hingga ke liang lahat.


"Kami tidak mampu membalas kebaikan Bapak, Ibu, dan rekan-rekan relawan sekalian. Harapan kami yang tadinya hampir sirna, kini diijabah oleh Allah SWT. Almarhumah kini sudah tenang di rumahnya yang abadi. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya jika selama hidup almarhumah memiliki kekhilafan," tutur perwakilan keluarga dengan nada bergetar penuh rasa haru.


Tausiyah Menyejukkan: Mengambil Hikmah dan Menjaga Martabat Diri


Prosesi pemakaman ditutup dengan doa bersama dan nasihat keagamaan yang disampaikan oleh ustaz setempat. Dalam tausiyahnya yang menyejukkan hati, ustaz mengingatkan hadirin tentang mulianya niat seseorang yang keluar rumah untuk menafkahi keluarganya secara halal.


Ustaz menekankan bahwa perjuangan almarhumah Evi Mentari mencari karunia Allah SWT demi masa depan anak-anaknya adalah catatan amal kebaikan yang luar biasa. Nasihat tersebut sekaligus membawa pesan kepedulian bersama agar masyarakat ke depan lebih bijak dan berhati-hati dalam bertindak, saling menjaga satu sama lain, serta senantiasa memastikan keselamatan dalam setiap langkah kehidupan.


• Syahidul Akhirat: Niat ikhlas bekerja demi keluarga tercatat sebagai ibadah mulia di sisi Tuhan.

• Penguatan Silaturahmi: Musibah ini hendaknya mempererat kepedulian sosial antar sesama warga Sukabumi agar tidak ada lagi yang berjalan sendirian saat tertimpa kesulitan.

• Doa Tiada Putus: Keluarga diimbau untuk terus mengalirkan doa serta meneruskan cita-cita kebaikan yang ditinggalkan almarhumah.


Lambaian tangan dan tatapan penuh kasih dari puluhan pelayat mengiringi penutupan liang lahat di Selasa pagi yang berkesan ini. Meski duka masih tersisa, kedamaian dan keikhlasan kini melingkupi keluarga. Selamat jalan Evi Mentari, pejuang devisa dan pahlawan keluarga, semoga diampuni segala dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT secara husnul khotimah. (Deta)


Jurnalis : Evi Susanti