Sosialisasi P5HAM di Sukabumi, Masyarakat Diajak Menghormati Hak dan Martabat Sesama

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Bangun Rumah Aden, Wujud Kepedulian terhadap Warga

KABAR UPDATE | SUKABUMI – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi terus merealisasikan pembangunan ...

Sosialisasi P5HAM di Sukabumi, Masyarakat Diajak Menghormati Hak dan Martabat Sesama

KABAR UPDATE
Jumat, 23 Oktober 2026



KABAR UPDATE | SUKABUMI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak asasi manusia (HAM) dilakukan melalui kegiatan bertema “Mewujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia melalui Implementasi P5HAM” yang berlangsung di Gedung Grand Riung, Kota Sukabumi, Jumat (23/10/2026).


Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam pemaparan materi, H. Feri Sri Astiana menegaskan bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia sejak lahir. Hak tersebut tidak ditentukan oleh jabatan, kekayaan, maupun status sosial seseorang.


Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama, termasuk hak untuk hidup, memperoleh pendidikan, bermain, dan menjalin persahabatan. Oleh karena itu, setiap individu perlu menghormati hak orang lain serta tidak melakukan tindakan yang merendahkan martabat sesama.



Menurutnya, penerapan nilai-nilai HAM harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak agar tidak melakukan perundungan atau bullying, mengejek kondisi fisik teman, maupun membeda-bedakan orang lain berdasarkan latar belakangnya.


Selain itu, masyarakat juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.


Pentingnya Kepedulian terhadap Kekerasan dan Perundungan


Dalam penyampaiannya, Feri Sri Astiana turut menyoroti pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan, serta kekerasan seksual.


Ia mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap acuh tak acuh ketika mengetahui adanya dugaan kekerasan di lingkungan sekitar. Warga dapat membantu korban memperoleh perlindungan dengan menyampaikan persoalan kepada pengurus RT/RW atau pihak berwenang.


Di lingkungan pendidikan, keluarga dan sekolah juga diharapkan tidak menganggap perundungan sebagai candaan biasa. Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dalam suasana yang aman, nyaman, dan bebas dari diskriminasi.


Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap HAM tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Narasumber Kedua Tekankan Pentingnya Menghargai Sesama


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan narasumber kedua, yang diperkenalkan oleh pembawa acara sebagai Haspullah Mudayir, M.P., M.P.Si., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.


Dalam materi yang disampaikan, ia menjelaskan bahwa manusia membutuhkan energi dan asupan gizi untuk menjalani kehidupan. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda-beda sehingga masyarakat perlu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan tubuh secara tepat dan tidak berlebihan.


Selain itu, materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya menghargai sesama manusia tanpa memandang keadaan, kedudukan, maupun kondisi kehidupan seseorang.


Setiap orang dapat mengalami perubahan keadaan dalam perjalanan hidupnya. Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak menghina atau merendahkan orang lain, melainkan membangun sikap saling menghormati dan peduli.


Pesan tersebut sejalan dengan prinsip HAM yang menempatkan setiap manusia memiliki martabat dan hak dasar yang harus dihormati.


Mewujudkan Masyarakat Sadar HAM


P5HAM mencakup lima aspek utama, yaitu penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia. Penerapannya membutuhkan peran bersama antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, serta masyarakat.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga hak dan martabat setiap individu, mencegah diskriminasi, serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.


Dengan meningkatnya kesadaran terhadap HAM, diharapkan tercipta kehidupan bermasyarakat yang lebih adil, aman, dan harmonis, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta Pancasila.


Jurnalis : Evi Susanti