Pembentukan Ranting PGRI Kertajaya Cihaur, Simpenan: Perkuat Kolaborasi Tanpa Sekat Antar Guru.

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

BUMDes Margalaksana Kelola Rp200 Juta untuk Ketahanan Pangan, Ini Hasil Evaluasinya

  KABAR UPDATE | SUKABUMI   – Monitoring dan evaluasi (monev) pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dilaksanakan di Desa Margalaksana,...

Pembentukan Ranting PGRI Kertajaya Cihaur, Simpenan: Perkuat Kolaborasi Tanpa Sekat Antar Guru.

KABAR UPDATE
Kamis, 02 April 2026


KABAR UPDATE | SUKABUMI - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Simpenan, Tendi Satriadzi, S.Pd, secara resmi memimpin pelaksanaan pembentukan ranting PGRI Kertajaya Cihaur yang berlangsung di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (2/4/2026).


Pembentukan ranting ini menjadi yang terakhir di wilayah Kecamatan Simpenan, setelah sebelumnya ranting-ranting lain telah terbentuk. Dengan demikian, seluruh wilayah kini telah memiliki struktur organisasi PGRI yang lengkap hingga tingkat ranting.


Dalam proses pemilihan pengurus ranting Kertajaya Cihaur, terpilih tiga tokoh utama, yaitu Haris, Soepandi, dan Asep Saepul Rahman. Dari hasil musyawarah, Asep Saepul Rahman ditetapkan sebagai ketua ranting terpilih.


Dalam sambutannya, Tendi Satriadzi menegaskan pentingnya menghapus sekat antar jenjang pendidikan dalam tubuh PGRI. Ia menekankan bahwa organisasi ini harus menjadi wadah bersama bagi seluruh guru, tanpa membedakan latar belakang pendidikan.


“Tidak boleh ada lagi anggapan bahwa PGRI hanya milik guru SD atau kelompok tertentu. Semua guru, baik dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK, adalah bagian yang sama dalam satu wadah PGRI,” tegasnya.


Ia juga menjelaskan bahwa konsep ranting kini tidak lagi dibedakan berdasarkan jenjang seperti sebelumnya (ranting SMP atau SMK), melainkan disatukan dalam satu struktur wilayah, seperti ranting Kertajaya Cihaur. Hal ini bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepemilikan organisasi di kalangan guru.


Selain itu, Tendi mengangkat tagline “PGRI Simpenan Bahagia” sebagai semangat bersama yang harus diwujudkan oleh seluruh anggota, khususnya pengurus ranting yang baru terbentuk.


Ia berharap para guru mampu mengimplementasikan program-program organisasi melalui koordinasi dan kolaborasi aktif dalam setiap kegiatan.


“Setiap kegiatan harus dikomunikasikan dan melibatkan semua guru. Kolaborasi menjadi kunci agar PGRI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota,” tambahnya.


Sebagai tindak lanjut, setelah seluruh ranting terbentuk, PGRI Kecamatan Simpenan berencana menggelar rapat kerja cabang. Agenda utama rapat tersebut meliputi penyusunan program kerja ke depan, perencanaan kegiatan, serta pembahasan anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program organisasi.


Melalui pembentukan ranting yang merata dan penguatan sinergi antar guru, PGRI Simpenan diharapkan mampu menjadi organisasi yang solid, inklusif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Kecamatan Simpenan.



Jurnalis: U Rahmawan