KABAR UPDATE | SUKABUMI – Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Sukabumi menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus mendorong sinergi politik dalam pembangunan daerah.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, menekankan pentingnya soliditas kader dan musyawarah mufakat dalam menentukan arah kepemimpinan. Sementara itu, Wali Kota Sukabumi mengajak seluruh partai politik bersatu untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, khususnya pengangguran dan pendidikan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Anugrah, Jalan Surya Kencana, Kota Sukabumi, Minggu (25/10/2026), dan dihadiri jajaran pengurus Partai Golkar Jawa Barat, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan sejumlah partai politik.
Dalam sambutannya, Daniel Mutaqien menyampaikan bahwa Musda merupakan agenda organisasi lima tahunan yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat struktur partai sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia meminta seluruh kader mengedepankan musyawarah mufakat agar proses pergantian kepemimpinan berjalan kondusif tanpa menimbulkan perpecahan di internal organisasi.
Menurut Daniel, konsolidasi partai harus diarahkan pada upaya membesarkan organisasi, meningkatkan perolehan suara, serta memperkuat persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ia juga mengingatkan pentingnya melibatkan seluruh unsur organisasi, termasuk kader di tingkat bawah yang selama ini turut berjuang membesarkan Partai Golkar.
“Seluruh kader harus dilibatkan. Teman-teman yang sudah berjuang di bawah juga tidak boleh dilupakan,” demikian pesan Daniel dalam sambutannya.
Ia berharap Musda XI dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga kekompakan, memperkuat organisasi, dan meningkatkan pencapaian politik Partai Golkar di Kota Sukabumi.
Wali Kota Ajak Parpol Bersinergi
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Sukabumi mengajak seluruh partai politik, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan kalangan akademisi untuk membangun kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Menurutnya, perbedaan warna politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Seluruh elemen perlu mengedepankan kepentingan bersama demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Wali Kota turut menyoroti persoalan pengangguran dan pendidikan yang dinilainya membutuhkan perhatian serius serta dukungan lintas sektor.
Dalam sambutannya, ia menyebut jumlah pengangguran usia produktif sekitar 17.500 orang. Ia juga memaparkan angka sekitar 160 ribu orang yang disebut belum memiliki ijazah pada jenjang SD, SMP, maupun SMA.
Angka tersebut merupakan data yang disampaikan dalam sambutan dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut kepada instansi terkait untuk memastikan ketepatan serta cakupannya.
Sebagai salah satu langkah mengatasi persoalan pendidikan, Wali Kota mendorong penguatan program pendidikan kesetaraan melalui Paket A, Paket B, dan Paket C. Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk partai politik, dapat membantu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Gagas Pengembangan Kawasan Industri
Selain persoalan pendidikan dan pengangguran, Wali Kota juga memaparkan gagasan pengembangan kawasan industri dan kawasan perkotaan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja.
Dalam sambutannya, ia menyebut rencana kawasan industri seluas sekitar 40 hektare dan pengembangan kawasan perkotaan di atas lahan sekitar 70 hektare.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mendukung kebutuhan pembangunan wilayah perkotaan.
Meski demikian, realisasi rencana tersebut masih memerlukan kajian dan pembahasan lebih lanjut, termasuk terkait perencanaan, kesiapan lahan, pembiayaan, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Melalui Musda XI ini, diharapkan konsolidasi Partai Golkar semakin kuat dan komunikasi lintas partai dapat terus terjalin guna mendukung pembangunan serta menjawab kebutuhan masyarakat Kota Sukabumi.
Jurnalis : Evi Susanti



