Sopir Travel Asal Toraja Tewas dalam Mobil Terbakar di Jayawijaya, Aparat Kejar Kelompok Bersenjata OPM

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Bersiselisih Berujung Celurit, Pelajar 17 Tahun Alami 45 Jahitan

KABAR UPDATE | SUKABUMI— Perselisihan yang berujung aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabup...

Sopir Travel Asal Toraja Tewas dalam Mobil Terbakar di Jayawijaya, Aparat Kejar Kelompok Bersenjata OPM

KABAR UPDATE
Kamis, 17 September 2026



KABAR UPDATE  | PAPUATim gabungan Koops TNI Habema menemukan seorang pengemudi travel asal Toraja, Sulawesi Selatan, dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kendaraan yang terbakar di wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.


Korban diketahui bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya. Ia dilaporkan menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata ketika menjalankan aktivitasnya mengangkut penumpang dan logistik melalui jalur Wamena menuju Mbua.


Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIT. Berdasarkan informasi awal yang disampaikan Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, rombongan kendaraan yang melintas di jalur tersebut dihentikan sekelompok orang bersenjata.


Para pelaku kemudian memeriksa pengemudi dan penumpang. Setelah pemeriksaan, penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sedangkan Aris dibawa ke arah kawasan Danau Habema.


Aparat yang menerima laporan selanjutnya melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi. Dalam operasi tersebut, tim menemukan kendaraan yang digunakan korban dalam keadaan hangus terbakar. Jenazah Aris juga ditemukan di dalam kendaraan tersebut.


Koops TNI Habema menyebut korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama. Namun, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.


Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lapangan. Aparat juga masih melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.


Kepala Penerangan Koops TNI Habema menyampaikan bahwa korban selama ini menjalankan pekerjaan sebagai pengemudi yang melayani kebutuhan transportasi dan distribusi logistik masyarakat menuju wilayah pedalaman.


Peristiwa ini menambah catatan kekerasan terhadap warga sipil yang beraktivitas di wilayah rawan konflik Papua. Penanganan kasus selanjutnya dilakukan melalui penyelidikan serta proses penegakan hukum untuk mengungkap secara terang kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.


Aparat juga memastikan perkembangan evakuasi, pengamanan wilayah, dan hasil pendalaman akan disampaikan setelah informasi yang diperoleh dinyatakan terverifikasi.


Jurnalis: Ismet