Tak Ada Toleransi! Hamzah Gurnita Desak Penindakan Tegas Tambang Emas Ilegal Pasca Banjir Cisolok

Advertisement

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Label

Pengikut

Arsip Blog

Wikipedia

Hasil penelusuran

Entri yang Diunggulkan

Empat Agenda dibahas dalam Rapat paripurna DPRD kota sukabumi.

  KABAR UPDATE | KOTA SUKABUMI -  Rapat paripurna  yang di gelar oleh  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Sukabumi, membahas sejumlah agend...

Tak Ada Toleransi! Hamzah Gurnita Desak Penindakan Tegas Tambang Emas Ilegal Pasca Banjir Cisolok

KABAR UPDATE
Jumat, 31 Oktober 2025

 


KABAR UPDATE | SUKABUMI - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, angkat suara terkait maraknya tambang emas ilegal yang diduga menjadi penyebab terjadinya banjir besar di Cisolok. Menurutnya, aktivitas penambangan tanpa izin ini menimbulkan dampak serius bagi masyarakat dan lingkungan.


"Selama kegiatan tambang emas ini ilegal, saya minta penegak hukum segera mengambil tindakan. Dampaknya sangat luar biasa. Masyarakat yang tidak tahu apa-apa ikut terkena imbasnya," kata Hamzah Gurnita. Ia menambahkan bahwa kasus serupa pernah terjadi tahun lalu dan kini kembali terulang di wilayah Cisolok.


Hamzah menekankan bahwa banjir yang terjadi baru-baru ini di Cisolok tidak bisa dilepaskan dari dugaan kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal. "Ini menjadi sejarah bagi Cisolok. Banjir kemarin diperkirakan dampak dari tambang ilegal, sehingga warga banyak yang terdampak," jelasnya.


Selain itu, Hamzah menyatakan kesiapannya untuk mendukung langkah-langkah regulasi yang lebih ketat. Ia sepakat dengan pernyataan KDM terkait tambang ilegal dan meminta Gubernur Jawa Barat untuk mengambil tindakan tegas sebagai pemangku kebijakan di Kabupaten Sukabumi.


"Kita harus duduk bersama, membuat regulasi yang jelas, dan mengarahkan kegiatan positif di Kabupaten Sukabumi yang membawa manfaat untuk masyarakat," tegas Hamzah.


Kasus ini menjadi peringatan bahwa pengawasan tambang ilegal tidak hanya soal hukum, tetapi juga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.


Jurnalis: Ismet